Ads Top

perjalanan 14 jam menuju Malili

Tulisan ini saya buat untuk mengenang perjalananku menuju kota Malili, Sorowako, Luwu, Sulawesi Selatan. ini kali pertama saya melakukan perjalanan jauh selama saya pintar mengendarai motor. boleh dikata, ini semacam uji ketangkasan apakah saya mampu mengendarai motor dengan jarak tempuh ratusan kali lipat dibanding sebelumnya.

kalau dihitung-hitung, jarak tempuh yang akan saya lalui dari Makassar hingga sampai Malili itu sekitar 600 km., karena baru pertama kali, jarak tempuh ini belum bisa saya bayangkan jauhnya. tapi berdasarkan orang yang sudah sering melakukan perjalanan menggunakan bus, waktu yang dibutuhkan untuk sampai kesana bisa mencapai 12 jam. kalau menggunakan motor mungkin bisa mencapai 14 jam.


waktu itu, saya berpikir jarak itu tidak terlalu jauh. paling hanya beberapa kali singgah, habis itu sampai ketujuan.

perjalanan ini saya lakukan dua tahun lalu. sekitar bulan November 2009. tak banyak persiapan yang saya lakukan. karena saya pikir saya hanya sebentar disana. paling satu hari habis itu balik lagi ke Makassar.

karena tidak ada persiapan yang terlalu heboh, sehingga saya lupa untuk mempersiapkan jas hujan. akibatnya beberapa kali perjalanan terhambat gara gara hujan.

***

kami mulai perjalanan dari Makassar pukul 8 malam. setelah shalat isya, dan berdoa dengan khusyuk agar dimudahkan selama perjalanan, kami pun berangkat. dengan menggunakan motor vega keluaran tahun 2008, kami mulai berangkat.

karena perut masih kosong, kami singgah mengisi perut di kabupaten pangkep. salah satu kabupaten yang memiliki daratan dan kepulauan. pukul Sembilan malam hari, kota pangkep masih ramai. kepulan asap dari jajanan di pinggir sungai terus saja mengepul. orang orang pun pada sibuk dengan urusannya masing masing.

setelah mempertimbangkan dengan sangat teliti dan memperhitungkan kecepatan pembuatannya, kami memilih makan bakso. di kota yang dulu di juluki kota citra mas ini, ada satu toko bakso yang enak. namanya bakso mantili.

dulu tempat ini jadi tempat traktiran favorit bagi teman teman yang punya hajatan. baksonya besar besar dengan porsi yang boleh dibilang bikin puas. aroma dan rasanya tak kalah dengan bakso bakso terkenal yang ada di kota kota besar. pokoknya kalian harus mencobanya … (bukan promosi).

setelah memastikan lambung tengah full tangki. kami melanjutkan perjalanan yang masih tersisa 13 jam. perjalanan masih nol koma sekian persen. belum sampai setengah perjalanan.

beberapa ruas jalan juga terlihat padat. ini karena ada perbaikan jalan yang hingga tulisan ini di buat, jalan itu masih saja terus di perbaiki dan belum selesai selesai hingga sekarang.

saya sempat tertahan lama di kota pangkep, hingga jam menunjukkan pukul 10 malam hari, kami sudah sampai di perbatasan barru. kata orang kabupaten ini merupakan salah satu kabupaten yang terpanjang. karena untuk bisa sampai ke pare pare kami harus menghabiskan sekitar satu hingga dua jam lebih untuk bisa keluar dari kabupaten ini.

karena saking panjang dan lurusnya jalan, saya hampir mengalami kecelakaan. waktu itu menunjukkan pukul 10 lewat, di depan ada tikungan yang tidak terlalu panjang. saya yang mengendarai kendaraan roda dua ini. tanpa sadar, kedua mataku tertutup tiba tiba. namun, saya masih tetap mengendarai motor. saking ngantuknya untuk beberapa detik, saya sudah berada di alam bawah sadar saya.

kendaraan terus melaju lurus. padahal seharusnya saya berbelok. di depan ada truk besar dari arah yang berlawanan. namun, saya sudah tak sadar. seandainya teman yang saya bonceng tidak langsung membelokkan motor ke jalur yang seharusnya, saya mungkin sudah tidak ada.

setelah itu, sontak saja kaget. dan berusaha untuk memperbaiki perasaanku. dan terus saja melajukan kendaraan yang saya tumpangi hingga sampai di pertamina sidrap. waktu telah menunjukkan pukul satu dini hari.

di pertamina sudirman sidrap, saya beristirahat sejenak. sambil tidur tiduran. dan membiarkan bus bus besar dari Makassar dan arah sebaliknya untuk lewat terlebih dahulu..

itu dilakukan untuk menghindari tabrakan dengan bus. selain itu, kecepatan bus di jalan antar kota sangat cepat, bayangkan jika motor yang kami gunakan tidak kelihatan oleh sopir karena kecil bisa jadi kami akan menjadi korban tabrakan.
selain itu, sorotan lampu dari bus biasanya membuat mata silau. sehingga jalanan yang ada di depan tidak terlihat. kalau seperti itu, dan kebetulan jalanan di depan adalah lubang, jurang, atau tikungan dan gara gara silau itu tidak terlihat, maka habislah sudah.

hampir setengah jam kami istrahat di tempat ini. setelah energi terkumpul sedikit demi sedikit, kami kembali melanjutkan perjalanan. kini terjadi pergantian pengendara bukan lagi saya.

di belakang yang saya lihat hanya gelapnya malam. ada satu daerah yang kami lewati, tidak ada satu pun rumah. yang ada hanya jajaran pohon, hutan dan bukit. sempat juga muncul rasa dan pikiran aneh-aneh.

selama beberpa jam perjalanan, dalam pikiranku terus saja saya membayangkan hal yang aneh. seperti, saya membayangkan beberapa orang mabuk keluar dari semak semak dan menahan kendaraan motor kami. mengambil semua barang berharga yang kami punya, termasuk motor yang kami kendarai. wah…. bahaya.

sempat juga saya berpikir, kalau ada makhluk aneh yang langsung muncul di hadapanku. terbang dengan rambut panjang dan muka yang sangar.. ah.. tidak,… sampai itu hari, bulu bulu sekujur badan berdiri semua,. terus yang kulakukan hanya terus memanjatkan doa pada sang khalik.

waktu telah menunjukkan pukul dua dini hari, setelah kami memasuki perkampungan, tak henti hentinya saya mengucapkan rasa syukur kepada sang khalik.. alhamdullillah ucapku berulang ulang dalam hati.

setelah satu ketakutan terlewati, tak lama, terasa ada tetesan air yang mengenai muka dan jari jariku. beberapa detik kemudian, hujan turun, lambat laun, hujan ini turun dengan derasnya. dalam kondisi tanpa jas hujan, memaksa kami untuk berteduh.
kami berteduh di bawah pos pos ronda yang beratapkan ijuk. tak ada seorang pun yang ada disitu. semuanya berada dalam rumah. hanya suara derungan kendaraan yang lewat, titik hujan yang mengenai ijuk dan jatuh ke tanah. di tambah dengan beberapa kali selingan gonggongan anjing.

hmm…

saya hanya menarik napas panjang…

pukul tiga dini hari, hujan sudah mulai reda sedikit demi sedikit. tak mau lama lama berada di tempat itu, kami memutuskan untuk melanjutkan perjalanan. rasa ngantuk dan sakit di punggung mulai terasa. tapi kami belum sampai dan kami harus mengejar targetan waktu.

kami menembus hujan gerimis dini hari. karena rasa ngantuk mulai tak bisa kompromi, kami memutuskan untuk berteduh di bawah atas penjual air gallon. di depannya ada keramik ukuran 2 kali lima meter. kami meletakkan semua barang, terus menggelar tikar dengan menggunakan Koran bekas. meski saya telah berbaring. tapi ada rasa was was yang selalu menghantui.

jangan sampai ada orang yang datang dan mengambil semua barang tanpa kami sadari. atau ada anjing yang langsung menjilat dan menggigit tangan kami karena dikira makanan.

pikiran itu membuat saya terjaga dari tidur. hmmm

saya membiarkan temanku untuk tidur duluan, terakhir saya untuk menghidari kemungkinan yang ada dalam pikiranku.

tapi tak lama mataku pun tertutup dan saya pun kembali kea lam bawah sadarku.
baru beberapa menit saya menutup mata, saya merasa ada yang menggoyang badanku. pikiran anehku pun muncul. jangan jangan apa yang saya pikir itu kejadian betul, ataukah sekarang saya sedang bermimpi.

selama beberapa menit tertidur hanya suara mobil yang sangat jelas terdengar di telinga. sama ketiga para ninja memprediksi siapa datang, cukup memasang telinga ke tanah maka mereka akan segera tahu ada musuh yang datang atau tidak.

seperti itulah yang saya alami. tak lama mataku pun yang tadinya tak berani kubuka, kini kubuka perlahan. awalnya sedikit kabur, tapi setelah beberapa detik penglihatanku kembali normal. yang terlihat d depanku temanku telah membereskan barangnya dan kembali siap untuk berangkat.

meski saya masih ingin istrahat, tapi apa boleh buat. perjalanan kembali dilanjutkan. baru beberapa menit perjalanan, hujan kembali turun. kini waktu menunjukkan pukul empat dini hari. karena tak ingin tidur ala tunawisma lagi, maka kami pun memilih untuk beristrahat di masjid.

di masjid baru teman saya bercerita, kenapa tadinya dia buru buru meninggalkan tempat itu. dia tidak nyaman di sana, karena di sebelah jalan ada pohon besar. dan ia merasa ada yang aneh. saya juga tidak tahu apa yang ia lihat. mungkin ia hanya melihat dahan yang bergoyang.. atau mungkin saja dia melihat apa yang seharusnya tidak perlu dilihat… entahlah….

saat dia cerita itu, lampu masjid tiba tiba padam. betapa kagetnya saya dan teman saya ketika itu. tapi dalam pikiran saya tidak mungkin ada hal seperti itu disini. ini masjid.

dengan berpikir seperti itu lega juga. saya akhirnya tidak mempedulikan lagi hal hal lainnya..

saya bisa tidur dengan nyaman, tenang meski udara dingin dari berbagai arah menghantam tubuhku. hal itu tak ku perdulikan lagi.

pukul lima subuh hari.

azan subuh mulai berkumandang saya tak bisa lagi lama lama dan tidur tiduran . bagaimana pun saya harus bangun dan menjalankan kewajibanku. sangat terasa wajah wajah yang ada di masjid itu melihatku dengan penuh tanya. seakan mereka berkata, dari mana asal kalian dan mau kemana> kenapa nginap disini. tapi tak satu pun pertanyaan yang terlontar. mereka tetap saja melihatku .

setelah melihat kondisi di luar masjid sudah aman, hujan tak lagi turun. matahari mulai nampak dengan sinar pagi yang menyinari dunia ini. ditambah udara pagi yang dingin dan sejuk. memberikan spirit baru untuk melanjutkan perjalanan.

pukul enam pagi hari.
kami mulai melanjutkan perjalanan. kami memasuki kota belopa. jalanan disini sedikit berlubang. sehingga mengharuskan kami untuk hati hati dan tidak terlalu cepat. beberapa lubang yang tidak terlihat dan sulit untuk di hindari. sehingga beberapa kali saya harus lompat lompat dari tempat duduk. untung saja tidak membuat ban atau velg dari motor yang kami kendarai tidak kenapa kenapa.

satu jam telah berlalu, kami masih saja melaju, melewati desa demi desa. namun karena bensin sudah mulai menipis, maka kami harus berhenti sejenak. sepanjang jalan kami berharap ada pertamina. tapi sudah beberapa jauh kami mengendarai motor ini, pertamina tak juga terlihat.

dalam pikiranku, muncul lagi pikiran aneh. kalau sepanjang jalan ini tidak ada pertamina, maka kami harus mendorong saat bensinnya habis. padahal perjalanan masih jauh.

saya pun hanya menarik nafas dalam dalam membayangkan hal itu;

tapi tak lama, di depan terlihat pertamina. di sisi kanan jalan. pas sampai disana, eh, di depan jalan masuk ada palang yang menghalangi. itu artinya pertamina nya sementara tutup. wah gawat.. bensin semakin menipis lagi.

untung saja, di pinggir jalan ada penjual bensin eceran. kami merasa beruntung. beruntung sekali saat itu. motor akhirnya d hentikan pas di depan penjual eceran itu. kami turunkan semua barang, tas dan semuanya. sedikit melakukan gerakan melemaskan badan.

saat motor mau di matikan, eh.. kayak ada yang hilang. kunci motor yang seharusnya tergantung tidak ada.. wah gawat tingkat tinggi ini. mana tidak ada lagi kunci serepnya...

mungkin jatuh di sekitar motor saat menurunkan barang pikirku. tapi setelah dicari juga tidak ada. di cari di samping tas juga tidak ada.

beberapa saat kami hanya duduk terdiam. sambil saling memandangi dengan teman ku saya hanya tertawa, meski sebenarnya dalam hati juga gelisah.

pikirku, mungkin kunci itu terjatuh saat melewati jalanan yang berlobang.

tapi itu sudahlah. sekrang bagaimana caranya ini. bagaimana caranya isi bensin kalau kuncinya tidak ada. bagaimana caranya matikan dan hidupkan motor. bagaimana caranyaaaaa.a...!!! saya teriak dalam hati.

saya pun kembali duduk diam dan pasrah saja.

sambil berpikir saya berusaha untuk mencari solusi dari persoalan ini.

hipotesis pertama saya. untuk membuka kuncinya, diperlukan kunci serupa. untuk merek motor yang sama, pasti memiliki kunci yang hampir sama pula. meskipun kemungkinan itu kecil.

makanya, untuk membuktikannya, setiap motor yang singgah isi bensin dan merk motornya itu vega atau yamaha, maka saya dan temanku akan meminjam kuncinya sejenak untuk membuka bagasi motorku.\

sudah ada beberapa motor yang kami pinjam kuncinya, tapi tetap saja tidak mau.
dan kalau dipaksakan untuk melaju. maka bensin motornya tidak sanggup untuk sampai di kota palopo.

tapi kami tidak berhenti sampai disini. tetap saja kami mencoba untuk menjalankan cara pertama.

akhirnya perjuangan kamii tidak sia sia. kami dapat satu kunci yang bisa mematikan motor kami. tapi setelah dicoba untuk on kan kembali sudah tidak bisa lagi. wah.. tambah gawat. kini motor itu sudah mati total tidak ada kunci, bensin sudah hampir habis... wah bagaimana ini..

untung saja, penjual bensin itu baik hati. dia juga berusaha untuk mencarikan kunci. dan untung sja lagi dia punya motor yamaha. setelah dicoba kuncinya, pas sekali. bagasi motor kini terbuka. sontak saja saya langsung bergumang,.. alhamdulillah....

saat di tes di kunci motor, pas juga. wah.. saya tidak berhenti mengucap syukur sama yang di atas.

kami mengisi bensin secukupnya. yang bisa sampai hingga kota palopo. rencananya disana kami akan buatkan kunci duplikat.

bagasi kami simpankan kain, sehingga tidak terkunci. kami juga diajari bagaimana mematikan motor saat on. soalnya jangan sampai saat di jalan bensinnya habis lagi. dan tidak boleh ngisi bensin saat motor dalam kondisi on.

teknik mematikan motor saat on. ini berlaku untuk motor baru yang kehilangan kunci.
caranya cukup simpel.
cukup di gas tiba tiba. gerakannya harus tiba tiba dan cepat. prinsipnya sih cukup dibuat kaget sehingga motor tidak bisa menahan gerakan tiba tiba itu pada akhirnya mati sendiri.

setelah mengerti teorinya, kami mulai melanjutkan perjalanan. tanpa kunci motor.
pukul 7 pagi hari..
matahari mulai terik. perjalanan masih kami lanjutkan menuju kota palopo. belum sampai palopo, bensin sudah hampir habis. wah gawat...

untung beberpa meter di depan terlihat ada pertamina. kami tak menyia nyiakan waktu. kami semakin melajukan kendaraan.

tapi pas sampai di pertamina, motornya tidak mau mati. berapa kali kami gas tiba tiba tapi tidak mau. padahal sebelumnya bisa. wah gawat.... gawat...

orang orang juga pada melihat kami. mereka mungkin bertanya, apa maksudnya dia gas gas seperti itu kayak pembalap yang nantangin orang balapan..

karena tidak mau mati, dan aneh diliat orang orang. kami tidak jadi mengisi bensin. kami perkirakan bensinnya masih cukup untuk sampai palopo.

saat di kota palopo.
pukul 08.00 wita.

3 comments:

  1. haha... serunya!
    singgahki di rumahku di Palopo ;)

    ReplyDelete
  2. iya...

    kemarin mau singgah cuma harus kejar target..

    so g bisa lama lama di jalanan..
    heehheehe

    justru pas di jalan banyak hal hal diluar dugaan.. untung saja masih bisa nyampe tepat waktu...
    jheheheh

    lain kali kalau jalan lagi mudah mudahan sempat pasti singgah.. apalagi kalau sudah musim durian... pasti tambah seru..!!!

    ReplyDelete
  3. wahh kalo jam 8 pagi tiba dipalopo bro berarti ke malili sekitaran 3 jam lg waktu tempuh dari makassar molor jadi 16 jam lebihh mungkin kondisi jalan saat itu gk semulus sekarang kali ya jadinya lama apalagi ditambah halangan kendala teknis lain ..krn saya sering bolak balik ke makassar-wotu kampung saya dengan kondisi jalan semulus sekarang ditambah sudah banyak berdiri pertamina yg berdiri waktu tempuh hanya butuh 13 jam makassar -malili

    ReplyDelete

silahkan tulis komentar anda di sini

Powered by Blogger.