Ads Top

Gaji Tukang Parkir Lebih Besar dari PNS

Sering kali beberapa orang menganggap bahwa kerja jadi tukang parkir itu adalah kerja yang tidak trend. Tapi tahukah kita, rupanya penghasilan jadi tukang parkir bisa lebih besar dari pegawai negeri.


Kemarin saya melintas di sekitar pusat perbelanjaan di Makassar. Saat ingin parkir saya kewalahan untuk mencari lahan parkir.Begitu banyak motor dan mobil yang parkir di pinggir jalan. Jumlahnya bisa sampai ratusan dan bisa mencapai angka ribuan tiap harinya.

Diantara motor yang berjejer nampak seseorang dengan pakaian kaos oblong dan memakai topi sibuk memarkir kendaraan. Rupanya orang itu adalah tukang parkir daerah itu. Memang dengan adanya tukang parkir ini, sangat membantu menata parkir dan menjaga kendaraan kita. Tapi bukan itu yang menurutku menarik.

parkiran/internet

Saya penasaran dengan jumlah penghasilan yang diterima oleh tukang parkir ini melihat kendaraan yang begitu banyak berjejer. Setelah dihitung hitung, misalnya jumlah kendaraan motor itu biaya parkirnya 1000 rupiah sedang mobil 2000 ribu rupiah. Kalau jumlah kendaraan yang parkir sebanyak 200 kendaraan perhari maka besarnya penghasilan yang diperoleh adalah 200 ribu rupiah. Jadi kalau sebulan itu, penghasilannya bisa mencapai 6 juta rupiah. wow. jumlah yang fantastis.

Jumlah ini sangat jauh dari gaji PNS yang cuma berkisar 2 juta hingga 3 juta perbulan. gila yah. Kalau pun penghasilan ini dipotong, mentok dia akan memperoleh penghasilan 1 hingga 3 juta perbulan.

Tak perlu kemampuan khusus cukup tahan kena terik matahari dan sempritan sudah bisa jadi tukang parkir. Tak perlu sekolah hingga perguruan tinggi sudah bisa dapat penghasilan segitu. hebat ya...

Tapi dari sisi lainnya, saya melihat tukang parkir ini cerdas melihat peluang. Ia berhasil melihat kebutuhan masyarakat. Semakin sempitnya lahan parkir yang diakibatkan oleh pembangunan terus menerus dan tidak dibarengi dengan penyedian lahan kosong mengakibatkan kewalahan mencari lokasi parkir yang aman. Saat inilah dibutuhkan jasa tukang parkir. Seperti postingan ku sebelumnya tentang berpikir out of the box  tukang parkir secara tidak sengaja telah berhasil menerapkannya. Sehingga ia bisa mendapatkan pendapatan sebanyak itu.

23 comments:

  1. wooooowwww...mau juga klo gitu punya lahan parkir:-P

    ReplyDelete
  2. tapi kalo berdasarkan aturan yang berlaku, masih banyak tukang parkir yang termasuk dalam tukang parkir ilegal lohh,..
    aku dulu pernah bikin tulisan tentang parkir memarkir juga. tapi bukan dari segi pendapatan tukang parkir. sempat baca beberapa referensi tentang arti kata 'parkir' yang sebenarnya dan 'ongkos parkir' yang seharusnya juga, dan, kesimpulan seperti itulah yang kudapat.

    ReplyDelete
  3. hehehehe...

    ia, pernah ada cerita katanya ada orang yang beruntung punya lahan di daerah perkotaan. Dia tidak membangunkan lahannya bangunan. tapi yang dibangun malah fasilitas parkir.

    banyak yang heran. ternyata setelah beberapa tahun, lahan parkirnya itu jadi ramai. baru kemudian orang orang paham, mengapa dia bangun lahan parkir.

    hehehe

    salam

    ReplyDelete
  4. @armae:
    ia, dijaman sekarng banyak orang yang membuat lahan parkir ilegal sehingga mengganggu aktifitas jalan dan membuat macet...

    kayaknya menarik tuh ulasannya..
    bisa share linknya... ?

    ReplyDelete
  5. bukannya seharusnya retribusi parkir itu dikelola pemerintah daerah ya? hehe.. memang sih pemerintah daerah bekerja sama dengan pengelola parkir. tapi, akhir-akhir ini di kabupaten bandung (tempat saya tinggal), uang dari hasil retribusi itu menguap entah kemana, sebenarnya kan retribusi parkir itu buat aset daerah juga dan untuk kesejahteraan rakyat. berpotensi tinggi malah. tp msh pengelolaannya masih dilema.

    klo untungnya segitu, enak ya jadi tukang parkir. hihihihi..
    salam persahabatan :)

    ReplyDelete
  6. setelah aku baca ulang postinganku, ternyata aku juga sempat banding2kan dengan gaji PNS. hehehe...

    boleh,. bolehh,. ini linknyaa >>> http://aarmaee.blogspot.com/2011/01/parkir-ato-pajak.html

    ReplyDelete
  7. itulah kenyataan bahwa pekerjaan yang kadang kita anggap sesuatu yang kurang keran atau kurang memadai bisa menghasilkan lebih dari yang kita bayangkan. Hampir sama halnya dengan penjaga WC umum, coba kita hitung2 lumayan juga tu penghasilan...bisa buat naik haji kali klu dia cermat

    ReplyDelete
  8. boleh2 aja, tp banyak barang yg hilang mereka gk bertanggung jawab!!!!!!

    ReplyDelete
  9. Mau duitnya doang. Kalau kendaraan kita ilang gak mau tanggung jawab. Ini namanya premanisme berkedok tukang parkir!

    ReplyDelete
  10. Lah..itu gak dterima semuanya x
    Belom buat jatah Preman situ,
    Belom buat Jatah Petugas Trantib / Satpol PP
    Belom tuk jatah yg punya lapak parkir

    palingan cuman terima 5% nya doang...
    ck,ck,ck,

    ReplyDelete
  11. kalo gitu gak perlu susah" belajar selama bertahun" yya :DD menarik jugga :DD

    ReplyDelete
  12. Wooowww...jgn sampe gara2 baca artikel ini nnt PNS minta naik gaji lg lho...berabe nih,tar harga2 tambah naik lg..

    ReplyDelete
  13. Heeh ... sama halnya pengemis dan sejenisnya ... jika dikelola profesional tidak masalah karena kontribusi terhadap pemda ada ... tetapi jika pribadi ...hemmmm ... sama dg uraian atas

    ReplyDelete
  14. cuma d beberapa tempat aja yg gt , sebagian besar tukang parkir y melarat gan,ada ada aja

    ReplyDelete
  15. yang sudah kenyang jangan tamak lah..... sudah dapet bagian masih juga ngelirik bagian orang lain....

    ReplyDelete
  16. Waduh lebi besar dari penghasilan saya dari blogging tuh. Tapi ada nggak asyiknya loh jadi tukang parkir. Panasnya itu yang saya tak kuat. he he he. kan harus bej=rjemur terus seharian.

    ReplyDelete
  17. ya, semua org punya rezky masing-masing...

    ReplyDelete
  18. tau ga?setiap saya ngasi 500 perak untuk tukang parkir..responnya ga semeriah kalo saya ngasih 1000 rupiah..padahal kalo menurut PERDA..kendaraan roda dua kan cuma ditarif 500 perak.heehehe

    ReplyDelete
  19. 2015 ini tarifnya udh 2x lipat, berarti kalo dikalikan 2 = 12juta dong...??? weuowww...

    ReplyDelete

silahkan tulis komentar anda di sini

Powered by Blogger.