Ads Top

Pulau Tikus, Lumba-Lumba, dan Pesona Bawah Laut


Saya tidak pernah menyangka bisa melihat kawanan lumba-lumba di lautan lepas dengan jarak yang begitu dekat. dan itu terjadi di Luwuk Banggai.

Setahun tinggal di Luwuk Banggai merupakan pengalaman yang sungguh luar biasa. Banyak tempat menarik yang bisa dikunjungi di setiap akhir pekan. Mulai dari pemandangan gunung, pantai, hingga air terjun. Seperti yang telah saya tuliskan di postingan sebelumnya- Tujuh Tempat Menarik di Luwuk Banggai.

Dan minggu kemarin, saya kembali melakukan perjalanan. Kali ini, saya mengunjungi Pulau Tikus. Sebelumnya, saya ingin sekali ke Pulau Dua, katanya pemandangan disana asyik. Namun, karena pertimbangan jarak, keinginan tersebut batal. Pasalnya, untuk kesana, menghabiskan waktu sekitar empat jam dari Luwuk ke Balantak. Dan menyeberang dari Balantak ke Pulau Dua sekitar setengah hingga satu jam. Praktis jika ingin menikmati perjalanan, minimal harus nginap dan makan waktu dua hari. Karena masih banyaknya kesibukan jadi pilihan tersebut ditunda. Dan berdasarkan masukan dan rekomendasi dari teman, Pulau Tikus juga tidak kalah menarik dan jaraknya dekat.



Sebagai gambaran, Pulau Tikus merupakan pulau tak berpenghuni yang memiliki pantai pasir putih. Disebut Pulau Tikus karena bentuknya yang mirip tikus jika di lihat dari atas. Entah itu benar atau tidak. Tapi satu yang pasti, Pulau tikus memiliki terumbu karang yang masih alami dan belum tersentuk oleh tindakan usil manusia, seperti pengeboman dan pengrusakan. Sehingga cocok untuk aktifitas snorkeling dan mancing.

Mendengar rekomendasi tersebut, akhirnya kami pun tidak sabar melakukan perjalanan ke Pulau Tikus. Segala persiapan mulai dilakukan. Yang paling penting, perahu. Karena kami berangkat delapan orang maka, kami menyewa perahu yang agak besar.

Dihari yang telah dijadwalkan, kami pun berangkat. Cuaca sangat mendukung. Langit sedikit berawan sehingga panas matahari tidak terlalu terik. Lautnya sangat tenang. Sehingga kami bisa menikmati perjalanan di atas perahu tanpa harus khawatir terguncang akibat hantaman ombak.

Di tengah perjalanan, dari kejauhan, kami melihat beberapa ikan naik ke permukaan. Lantas kami pun teriak “lumba-lumba!”. Jelas kami berteriak. Karena, ini merupakan momen yang jarang terjadi. Melihat secara langsung lumba-lumba di lautan.

Awalnya, kami pikir, lumba-lumba tersebut akan lari menjauh dan tetap menjaga jarak. Tapi, ternyata, lumba-lumba tersebut berenang di kiri kanan perahu. Seolah adu cepat dengan laju perahu. Dan inilah bagian paling mengesankan.

Saya sempat mengabadikan momen ini melalu video berikut:


Meski terbilang singkat, tapi ini merupakan bonus perjalanan ke Pulau Tikus. Karena tidak setiap waktu bisa melihat lumba-lumba dalam perjalanan ke Pulau Tikus. Bahkan dalam perjalanan balik, kami masih beruntung bisa melihat lumba-lumba, tapi tidak sebanyak kawanan seperti sebelumnya.

Selain lumba-lumba, kami juga beberapa kali melihat ikan terbang. Sayang sekali saya tidak bisa mendokumentasikannya. Karena kami tidak bisa memperkirakan dari mana datangnya. Tiba-tiba saja ikannya terbang dari arah kiri atau kanannya kapal. Tapi kami sangat menikmati momen tersebut.

Pesona Pulau Tikus 


Setelah satu jam perjalanan. Perahu mulai mendekat ke Pulau Tikus. Pemandangan bawah air terlihat sangat jelas dari atas perahu. Hamparan terumbu karang, Bintang Laut warna warni, dan ikan-ikan yang berenang kesana kemari. Secara otomatis satu per satu dari kami beranjak dari tempat duduk dan berjejer di pinggiran perahu, seakan tak ingin kehilangan momen tersebut.


Saat kapal betul-betul sampai di bibir pantai. Satu per satu dari kami turun ke pantai. Kami disambut dengan gerombolan kepiting-kepiting kecil yang berjalan miring berhamburan di atas pasir putih. Ada yang masuk ke lubang, ada yang lari ke laut dan berusaha menyamarkan diri dibalik pasir putih tersebut.


Kami satu-satunya rombongan di pulau tersebut kala itu. Rasanya seolah punya pulau sendiri. Kami bebas menentukan tempat untuk menggelar terpal dan menancapkan payung agar tidak kepanasan meski sebenarnya itu tidak perlu karena cuacanya sangat bersahabat.

Seharian di Pulau Tikus kami habiskan dengan bakar-bakar ikan, dan berenang. Selain itu, kami sempatkan pula mengelilingi pulau yang ukurannya tidak terlalu besar.Saya bisa mengelilinginya sekitar 10 menit saja.

Setelah puas, kami merapikan semua barang, dan meninggalkan pulau. Kami pun bergeser menjauhi garis pantai. Dan saatnya untuk mancing.

Jangkar di turunkan. Masing-masing dari kami mengambil posisi. Ada yang di buritan, di depan dan juga di bagian tengah. Dengan sabar kami pun mulai melempar kail ke lautan. Sekali-kali terdengar teriakan strike ala mancing mania. Itu tanda kalau salah seorang dari kami berhasil mendapatkan ikan.

Meski waktunya mancing, tapi tidak sedikit dari kami kembali loncat dari atas perahu dan berenang disekitar perahu. Soalnya pemandangannya sangat menggoda. Kami bisa melihat hamparan terumbu karang dari atas perahu. Meski dalam, tapi itu tidak menghalangi rasa penasaran untuk menikmati keindahan pesona bawah laut tersebut.



Sore mulai beranjak, pertanda sudah waktunya kembali. Meski masih belum puas, Akhirnya, waktu juga yang membatasi perjalanan. Jangkar pun dinaikkan dan kami berjalan balik ke daratan.

Mendatangi pulau tikus, seperti sekali mendayung dua tiga pulau terlampaui. Selain bisa melihat lumba-lumba, kami sangat terhibur dengan pemandangan pulau dan pasir putihnya. Serta pemandangan bawah lautnya yang mempesona. Sungguh pengalaman yang tak akan terlupakan.








4 comments:

  1. Asiknya bisa meyelam melihat indahnya lautan biru

    ReplyDelete
  2. Bah, Fotonya keren2...
    Jarang2 bisa ambil jprettt bagus pas lagi traveling

    ReplyDelete
  3. lama tak main kesini. apa kabar bloofers makasar? :)

    ReplyDelete
  4. alhamdulillah kabar baik... lama juga tidak blogwalking...

    ReplyDelete

silahkan tulis komentar anda di sini

Powered by Blogger.